Sukadana, Penakalbar.com— Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menekankan pentingnya solidaritas dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap di wilayah Kalbar.
Hal itu disampaikan Ria Norsan saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang digelar di Aula Kantor Bupati Kayong Utara, Senin (21/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Norsan didampingi Bupati Kayong Utara Romi Wijaya.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kayong Utara, jajaran Forkopimda, kepala OPD Pemprov Kalbar, para camat dan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta relawan MPA dari 10 desa di Kecamatan Sukadana.
Norsan mengatakan, karhutla merupakan persoalan yang berulang dan tidak dapat diselesaikan dengan saling menyalahkan. Menurutnya, seluruh pihak perlu mengesampingkan perbedaan dan fokus pada upaya pencegahan serta pemadaman.
“Sekarang saatnya kita bersatu untuk menghadapi musibah yang sedang menimpa daerah kita ini. Jangan lagi saling menyalahkan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Mari kita tinggalkan budaya saling menuding dan fokus memberikan perhatian penuh bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Norsan.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang kering dan minim curah hujan turut meningkatkan kerawanan karhutla di sejumlah wilayah Kalbar, termasuk Ketapang dan Kayong Utara.
“Kondisi inilah yang membuat lahan dan hutan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, menjadi sangat kering dan rentan terbakar,” ujarnya.
Norsan menambahkan, berdasarkan data dan laporan yang diterima pemerintah, titik panas masih terpantau di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu ditangani dengan cepat agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama di kawasan lahan gambut.
Untuk memperkuat penanganan, Pemprov Kalbar terus melakukan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, MPA, serta berbagai unsur masyarakat.
“Kita patut bersyukur bahwa sampai saat ini tidak kurang dari 15.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Kepolisian Daerah (Polda Kalbar), Kodam XII/Tanjungpura, Manggala Agni, BPBD baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta unsur masyarakat peduli api dan berbagai organisasi kemasyarakatan bahu-membahu memadamkan api,” jelasnya.
Norsan juga meminta penanganan karhutla tidak diwarnai kepentingan kelompok maupun saling menyalahkan. Ia menekankan pentingnya keselarasan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa bersama Forkopimda dan pemerintah pusat.
“Pemerintah kabupaten, kota, kecamatan, hingga tingkat desa harus berjalan selaras dan seirama memberikan perhatian penuh bersama Forkopimda dan pusat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Norsan mengapresiasi koordinasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam menangani karhutla. Ia meminta kerja sama antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan pemerintah pusat terus diperkuat.
Terkait dukungan pemadaman melalui udara, Norsan menyebut terdapat kendala operasional akibat kondisi jarak pandang di lokasi kebakaran. Ia juga menyampaikan rencana dukungan helikopter Chinook dari Jepang untuk membantu penanganan karhutla di Ketapang dan Kayong Utara.
“Dalam waktu dekat, bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing menuju Ketapang untuk membantu pemadaman api di Ketapang dan Kayong Utara,” terangnya.
Norsan juga meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja.
“Saya harap Bapak Kapolres bisa melihat dan menindak jika memang terdapat pelanggaran hukum bagi perusahaan-perusahaan yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, Norsan menyerahkan sejumlah bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada perwakilan MPA. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla di sejumlah wilayah Kecamatan Sukadana.






