Ketapang, Penakalbar.com— Tim Pos SAR Ketapang mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) motor klotok yang mengalami mati mesin di perairan Muara Ketapang, Kabupaten Ketapang, Kamis dinihari, 25 Juni 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan insiden bermula pada Rabu malam, 24 Juni 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, motor klotok berangkat dari Pelabuhan Sukabangun menuju kapal BC Samarinda Raya yang tengah bersandar di kawasan Bui Luar dengan membawa tiga ABK untuk mengantarkan paneli.

Setelah tiba di lokasi, dua ABK naik ke kapal tersebut. Sementara seorang lainnya kembali menuju Pelabuhan Sukabangun menggunakan motor klotok. Namun dalam perjalanan pulang, mesin kapal mendadak mati akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat.

“Korban sempat berupaya menghidupkan kembali mesin kapal, tetapi tidak berhasil,” kata Junetra dalam keterangannya, Kamis.

Menyadari kondisi yang berpotensi membahayakan, korban kemudian menghubungi Pos SAR Ketapang untuk meminta bantuan. Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Pontianak memberangkatkan tim penyelamat pada pukul 01.48 WIB menuju titik lokasi kejadian.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 03.18 WIB dan segera melakukan evakuasi terhadap korban yang masih bertahan di atas motor klotok. Korban diketahui bernama Asmuni, 50 tahun.

Menurut Junetra, proses evakuasi berlangsung lancar. Korban berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat dan dibawa menuju Pelabuhan Sukabangun.

“Pada pukul 04.08 WIB tim bersama korban tiba di Pelabuhan Sukabangun. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 04.38 WIB,” ujarnya.

Setelah memastikan korban dalam keadaan aman dan seluruh prosedur operasi selesai dilaksanakan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 05.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan Ketapang. Kondisi cuaca yang kerap berubah cepat dan gelombang yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaut dan nelayan yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Bagikan: