Pontianak, Penakalbar.com– Operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Pontianak menjelang Iduladha disambut antusias warga. Salah satunya dirasakan Kusyari (49), warga Parwasal, Kecamatan Pontianak Utara, yang mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan di pasaran.

Kusyari datang bersama istrinya ke lokasi operasi pasar di Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (21/5/2026). Ia membeli paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir seharga Rp85 ribu. Padahal, jika dibeli di pasar umum, harga paket serupa diperkirakan mencapai Rp116 ribu.

“Senang karena lebih murah. Ini nanti untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Kusyari.

Ia menjadi satu dari sekitar 6.000 warga yang menerima manfaat operasi pasar tersebut. Program ini menyasar masyarakat kategori desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial Kota Pontianak.

Kusyari berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga dapat dilakukan lebih rutin untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan operasi pasar menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menjaga daya beli di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Iduladha.

“Operasi pasar ini kita lakukan untuk membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat. Harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran, sehingga bisa meringankan beban warga,” katanya.

Menurut Bahasan, paket sembako yang dijual terdiri dari komoditas yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, yakni beras, minyak goreng, dan gula pasir. Selisih harga dari pasaran merupakan bentuk subsidi yang diberikan pemerintah bersama para mitra.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Ketika kebutuhan pokok tersedia dan masyarakat bisa membelinya dengan harga yang wajar, maka ini juga membantu menjaga stabilitas harga di pasar,” ujarnya.

Bahasan menjelaskan operasi pasar dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kota Pontianak dengan jumlah paket yang disesuaikan berdasarkan sasaran penerima manfaat di masing-masing wilayah.

“Harapan kita, operasi pasar ini bisa tepat sasaran. Karena itu, data penerima juga disesuaikan dengan warga yang memang membutuhkan,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari BUMD, perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan yang ikut terlibat dalam pelaksanaan operasi pasar murah tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama ketika permintaan bahan pokok meningkat menjelang hari besar keagamaan.

“Semoga kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah akan terus berupaya hadir untuk menjaga daya beli warga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” pungkasnya.

Writer: Zhilqy Anugrah Alziro

Bagikan: