Pontianak, Penakalbar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mempercepat penguatan sektor pendidikan untuk memperluas akses belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, capaian indeks pembangunan manusia Kalimantan Barat pada 2025 berada di angka 72,09 dan masuk kategori tinggi, naik 0,90 poin atau 1,26% dari sebelumnya 71,19. Capaian ini menjadi modal untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang lebih merata.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul.
“Kalau ingin Indonesia Emas 2045 terwujud, maka kuncinya ada pada pendidikan,” ujarnya di Pontianak, baru-baru ini.

Salah satu langkah yang didorong adalah digitalisasi pendidikan melalui program internet gratis di sekolah. Saat ini program tersebut telah menjangkau sembilan sekolah dan ditargetkan diperluas hingga ratusan SMA di Kalimantan Barat.

Menurutnya, akses internet tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Internet gratis di sekolah bukan hanya soal jaringan, tetapi membuka akses ilmu pengetahuan seluas-luasnya,” jelasnya.

Selain itu, sejak tahun 2025 pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga memperluas pemerataan pendidikan melalui bantuan subsidi SPP bagi 21.000 siswa SMA, SMK, dan SLB swasta di 274 sekolah prioritas.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Barat yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” tegasnya. Dengan dilaksanakannya program yang digagas oleh Gubernur Ria Norsan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak anak untuk terus menempuh pendidikan.

Pemprov Kalbar juga menaruh perhatian pada penanganan anak tidak sekolah yang jumlahnya masih mencapai lebih dari 114 ribu orang. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendataan, pendampingan keluarga, hingga penguatan pendidikan formal dan nonformal.
“Penanganan anak tidak sekolah harus menjadi gerakan bersama agar mereka kembali memperoleh pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan dunia usaha melalui program pendidikan kesetaraan bagi pekerja, agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan pekerjaan.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga diperkuat melalui program strategis nasional, seperti Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat, serta rencana revitalisasi Taman Budaya sebagai ruang pengembangan kreativitas generasi muda.

Ria Norsan menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi pada kualitas manusia yang dihasilkan.
“Kami ingin pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Reporter: Jarha K

Bagikan: