PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., menyampaikan pesan penting kepada para pelajar dan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan membangun integritas serta memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Sekda Kalbar saat menghadiri kegiatan Refleksi Hari Lahir (Harlah) IPNU dan IPPNU ke-72 yang digelar di CW Space Pontianak, Sabtu malam (7/3/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Harisson menekankan bahwa generasi muda saat ini harus memiliki karakter kuat, terutama dalam hal integritas dan kejujuran. Menurutnya, kedua nilai tersebut merupakan fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam dunia kerja.

“Tanamkan jiwa integritas dan kejujuran. Ke depan, hanya orang-orang yang memiliki integritas tinggi yang akan dipercaya dan dipakai oleh bangsa dan negara ini, di mana pun mereka berada,” tegasnya di hadapan para pelajar NU.

Selain aspek moral, Harisson juga menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat. Ia mendorong para pelajar dan mahasiswa untuk mendalami bidang keilmuan yang mereka tekuni, baik di bidang hukum, teknik, ekonomi, maupun kesehatan.

Menurutnya, penguasaan ilmu yang kuat akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Sekda juga menyinggung perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi justru mampu menjadi pihak yang menguasainya.

“Jangan sampai kita selalu bergantung pada AI. Sebaliknya, kita harus saking pintarnya sehingga AI-lah yang ‘bertanya’ kepada kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Harisson mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap teknologi tanpa dibarengi pemahaman ilmu yang kuat dapat membuat generasi muda mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Melalui organisasi seperti NU, ia juga mendorong para pelajar untuk membangun jejaring dan silaturahmi yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, jaringan tersebut merupakan modal penting bagi generasi muda untuk memperkuat peran santri dan pelajar dalam memajukan agama sekaligus membangun bangsa.

“Kegiatan berorganisasi di NU menjadi ruang yang baik untuk membangun jaringan, memperluas wawasan, serta memperkuat peran generasi muda dalam memberikan kontribusi bagi agama dan negara,” pungkasnya.

Bagikan: