SINGKAWANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang bersama Dewan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu (DPD MABM) akan menggelar Lomba Belarak dan Khataman Al-Qur’an sebagai bagian dari rangkaian penyambutan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Februari 2026 dan diikuti pelajar tingkat SMP dan MTs se-Kota Singkawang. Kegiatan ini diarahkan sebagai ruang pembinaan karakter religius sekaligus upaya merawat tradisi Melayu Islami di kalangan generasi muda.
Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan lomba ini dirancang bukan sekadar seremoni menyambut Ramadan, tetapi juga sebagai medium pendidikan nilai.
“Melalui lomba khataman ini, kami ingin memotivasi siswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, membiasakan membaca, memahami, dan mencintainya sejak usia sekolah,” kata Asmadi, Minggu (25/1/2026).
Ia menyebutkan, lomba terdiri dari dua bagian utama, yakni Prosesi Belarak Khataman yang dilaksanakan sesuai adat budaya Melayu yang islami, serta Lomba Khataman Al-Qur’an antar pelajar. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Singkawang.
Menurutnya, pelestarian tradisi Belarak Khataman Al-Qur’an menjadi perhatian penting pemerintah daerah, terutama agar generasi muda tidak terlepas dari akar budaya dan identitas religiusnya.
“Ini adalah warisan budaya kita. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar tentang makna kebersamaan, adab, dan nilai keislaman yang menyatu dengan budaya,” katanya.
Terkait teknis pelaksanaan, Asmadi menyampaikan rute prosesi belarak akan diumumkan kemudian. Namun, rute tersebut direncanakan dimulai dari Masjid Raya Singkawang dan berakhir di Rumah Melayu.
Lebih lanjut, Asmadi menilai pelaksanaan kegiatan Ramadan tahun ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Hal tersebut, menurutnya, menjadi momentum memperkuat semangat toleransi yang selama ini menjadi ciri khas Kota Singkawang.
“Kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman di Singkawang adalah kekuatan. Ramadan dan Imlek bisa kita sambut bersama dalam suasana damai, saling menghormati, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat sehingga dapat berjalan dengan lancar serta memberi dampak positif bagi pembinaan generasi muda dan kehidupan sosial budaya kota.
“Ini adalah upaya bersama untuk menata kota, memperkuat harmoni, dan menjaga Singkawang sebagai rumah besar yang aman, damai, dan membanggakan bagi semua,” tutup Asmadi.






