SAMBAS – Dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri kegiatan Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Nurul Hidayah, Sempadian, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada masyarakat serta mengajak umat Islam menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.

“Saya ucapkan selamate menjalankan ibadah puasa. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan, melaksanakan sholat dengan baik, serta menjalankan syariat agama secara benar,” ujar Krisantus.

Wagub Kalbar juga menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman yang dimiliki Kalimantan Barat. Ia menyampaikan bahwa di Kalbar terdapat sekitar 24 suku yang hidup berdampingan di 14 kabupaten/kota, sehingga semangat persatuan dan saling menghormati harus terus dijaga.

“Mulai saat ini tidak ada lagi kalimat asli dan tidak asli, pendatang atau non-pendatang, keturunan atau bukan keturunan. Kita semua adalah keturunan Adam dan Hawa yang dilahirkan dengan beragam suku, agama, dan budaya. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus merajut silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa cinta dan memiliki terhadap Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas.

“Mari kita rajut silaturahmi dan kebersamaan. Cintai Kalimantan Barat, tumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Sambas, sehingga kepedulian kita terhadap daerah ini semakin kuat,” ajaknya.

Sementara itu, Bupati Sambas, Satono, dalam sambutannya menyoroti capaian sektor pertanian di Kabupaten Sambas yang menunjukkan surplus produksi pangan.

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025 produksi padi di Kabupaten Sambas mencapai sekitar 205.000 ton gabah, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 105.000 ton. Dengan demikian, Kabupaten Sambas mencatat surplus gabah sekitar 100.000 ton.

“Jika sekitar 63 persen dari gabah tersebut diolah menjadi beras, maka surplus beras di Sambas mencapai sekitar 63.000 ton. Ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian kita dan diharapkan Sambas dapat menjadi salah satu pemasok beras terbesar di Kalimantan Barat,” ungkap Satono.

Ia juga berpesan kepada masyarakat, khususnya para petani dan peladang, agar terus bekerja dengan penuh semangat dan keyakinan, karena usaha yang dilakukan akan membawa keberkahan.

“Saya berharap Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang berprofesi sebagai petani dan peladang senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT atas kerja keras yang telah dilakukan,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menyerahkan bantuan untuk rumah ibadah dan masyarakat, di antaranya: Masjid At-Taqwa, Dusun Sepadan RT 007/RW 004, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas sebesar Rp25.000.000; Masjid Ar-Rahim, Jalan Raya Penagaman RT 001/RW 001, Desa Sekura, Kecamatan Teluk Keramat sebesar Rp50.000.000; Masjid Nurul Jannah, Dusun Parit Jawai RT 006/RW 003, Desa Bukit Sigoler, Kecamatan Tebas sebesar Rp20.000.000; Masjid Nurul Ijtihad, Dusun Simpati, Desa Serumpun, Kecamatan Salatiga sebesar Rp25.000.000; Masjid Al-Iman, Dusun Sarimedan, Desa Sarang Burung, Kecamatan Jawai sebesar Rp20.000.000

Selain itu, turut diserahkan berbagai bantuan lainnya berupa mukena, sarung, alat pertanian, alat penangkap ikan ramah lingkungan, sarana budidaya ikan berupa bibit dan pakan, paket sembako, perlengkapan sekolah, Al-Qur’an, serta bantuan sosial lainnya bagi masyarakat.

Bagikan: