KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Masjid Jami’ Al Hidayah, Desa Rasau Jaya 2, Kabupaten Kubu Raya, Kamis, 26 Februari 2026. Dalam kunjungan itu, ia menekankan pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Menurut Norsan, pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Kualitas manusia—yang tercermin dari sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli—menjadi indikator utama kemajuan daerah.
“IPM Kalimantan Barat saat ini berada di angka 72,09. Meski masuk kategori tinggi, kita masih berada pada urutan kelima di regional Kalimantan. Ini menjadi tugas bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk terus meningkatkannya,” ujarnya.
Ia menyebut, upaya peningkatan IPM akan difokuskan pada perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan potensi daerah. Di sektor kesehatan, pemerintah menargetkan perbaikan layanan mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit agar masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat dan berkualitas.
Di bidang ekonomi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perikanan, pertanian, serta industri kreatif. Sektor-sektor ini dinilai memiliki daya ungkit terhadap peningkatan kesejahteraan.
Secara khusus, Norsan menyoroti potensi Kabupaten Kubu Raya di bidang kelautan dan perikanan. Wilayah pesisir dan perairan yang luas dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi jika dikelola secara terencana.
“Kita dorong hilirisasi produk perikanan, peningkatan kualitas SDM nelayan, serta perluasan akses pasar agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.
Selain itu, sektor pariwisata juga disebut memiliki peluang sebagai sumber pertumbuhan baru. Potensi wisata alam, wisata sungai, dan kekayaan budaya lokal perlu dikelola lebih profesional serta dipromosikan secara luas guna membuka lapangan kerja.
Pengembangan kuliner berbasis hasil laut dan produk lokal pun menjadi perhatian. Pemerintah berkomitmen mendukung UMKM melalui fasilitasi legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga pemasaran digital.
Dalam aspek pendidikan dan kesehatan—dua komponen utama IPM—Norsan menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, serta tidak ada warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Ia mengajak pelaku usaha, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memperkuat sinergi dalam semangat gotong royong demi mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Barat.







