BOGOR – Gubernur Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., mengahdiri langsung kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri yang turut dihadiri Bapak Presiden RI H. Prabowo Subianto beserta Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang berlangsung di Sentul Internasional Convention Center, Bogor-Jawa Barat, pada Senin (2//2/2026).
Digelarnya rakornas kali ini sebagai bentuk upaya memperkuat keselarasan langkah antara pemerintah pusat dan daerah, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 dengan mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.”
Dalam laporan yang disampaikannya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa, Rakornas ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci yang terbagi dalam tiga sesi pembahasan strategis untuk memaparkan program prioritas pemerintah.
“Jadi Bapak Presiden, Rakornas ini akan kita isi dalam tiga sesi diantaranya, tentang ekonomi dan investasi, dengan menghadirkan Menko Bidang Perekonomian serta Menteri Investasi/Kepala BKPM untuk membahas kebijakan ekonomi, investasi, dan hilirisasi energi, kemudian pangan dan kesejahteraan dengan melibatkan Menko Bidang Pangan, Menteri Pertanian/Kepala Bappenas, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Badan Gizi Nasional. Fokus utama sesi ini mencakup Swasembada Pangan, Program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih, dan yag terakhirhukum dan keamanan dimana sesi terakhir diisi oleh Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Ketua KPK guna membahas pengawalan hukum terhadap program-program strategis presiden,” kata Tito Karnavian.
Dihadapan Bapak Presiden, mendagri Titp memberikan apresiasi kepada seluruh partisipan yang hadir secara langsung untuk mengikuti Rakornas kali ini.
“Dengan nada penuh semangat, saya memberikan apresiasi, perlu kami sampaikan Bapak Presiden bahwa total ada 4.011 peserta, yang mencerminkan representasi lengkap dari struktur pemerintahan Indonesia. Tingkat pusat (525 orang) terdiri dari jajaran Menteri Koordinator, Menteri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, hingga Utusan Khusus Presiden dan Pejabat Eselon I, kemudian Kepala Daerah (1.013 orang) terdiri dari Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dari seluruh Indonesia beserta wakilnya, ada juga Legislatif Daerah (464 orang): Ketua DPRD tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, kemudian ajaran Pangdam, Danrem, Kapolda, hingga Kapolres, serta Instansi Vertikal perwakilan Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat daerah, dan Kepala BIN Daerah (Kabinda),” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan pernyataan komitmen bersama dari seluruh jajaran pemerintah provinsi, Kabupaten/Kota, dan Forkopimda. Di hadapan Presiden, ribuan peserta berdiri dan menyerukan kesiapan mereka untuk tidak sekadar bergerak, melainkan “melompat” demi memajukan Indonesia.
”Dari rakornas ini kita berharap agar mampu menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju di bawah kepemimpinan Presiden,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkam arahan langsung yang disampaikan oleh Bapak Presiden, Prabowo Subianto menekankan bahwa masyarakat tidak suka pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadi.
“Mereka (masyarakat Indonesia) tidak suka melihat pemimpin yang memikirkan kepentingan pribadinya saja,” tegas Prabowo.
Dikatakannya, masyarakat Indonesia berharap kedepan menginginkan pemimpin yang baik, adil, dan jujur serta bekerja sebenar-benarnya untuk kepentingan warga.
“Mereka mendambakan sekali pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, serta pemimpin yang bekerja dengan rakyat semuanya. Dan saudara-saudara adalah harapan bagi rakyat,” ujar Prabowo.
Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini menjadi momen bagi Presiden Prabowo bisa bertatap muka dengan kepala daerah seluruh Indonesia.
Ia menyampaikan kepada kepala daerah seluruh Indonesia untuk tidak menjadi pemimpin yang lugu.
“Saya berharap kita juga harus menjadi pemimpin yang tidak lugu, kita harus menjadi pemimpin yang waspada, kota harus menjadi pemimpin yang mengerti, dan faham terhadap situasi,” tegasnya.
Seusai mengikuti rakornas, Gubenur Ria Norsan, mengungkapkan, bahwa Bapak Presiden Prabowo menekankan etika bernegara yang fundamental bagi seorang pemimpin. Beliau menginstruksikan agar seluruh pimpinan daerah senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat dan rakyat banyak di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
”Itulah inti dari pada arahan beliau tadi sehingga kita sebagai pemimpin harus berdedikasi kepada rakyat adalah harga mati bagi setiap pemimpin di daerah,” ujar Ria Norsan.
Selain masalah kepemimpinan, stabilitas nasional menjadi poin krusial dalam arahan Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa negara yang kuat memerlukan stabilitas yang kokoh agar tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh atau tekanan dari negara lain. Keamanan dan ketertiban di daerah dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa di kancah internasional.
“Meski sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai sudah berjalan dengan sangat baik, Presiden mengakui masih adanya beberapa celah yang perlu diperbaiki. Fokus utama ke depan adalah melakukan sinkronisasi terhadap berbagai aturan dan peraturan yang terkadang masih tumpang tindih antara kebijakan pusat dan daerah,” pungkasnya.






