SANGGAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membuka peluang peningkatan status RSUD M.Th. Djaman Sanggau dari tipe C menjadi tipe B. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah timur Kalbar yang selama ini masih bergantung pada rumah sakit di kota besar.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan secara umum fasilitas dan pelayanan RSUD tersebut telah memenuhi standar rumah sakit tipe C. Namun, untuk naik kelas, sejumlah persyaratan teknis masih harus dipenuhi, terutama kelengkapan alat kesehatan dan kapasitas layanan.
“Fasilitasnya sudah sesuai untuk tipe C. Kalau ingin meningkat ke tipe B, tentu peralatannya harus lebih lengkap,” kata Norsan.
Ia menegaskan, perubahan status bukan sekadar soal administrasi. Kenaikan tipe rumah sakit, menurut dia, akan menentukan peran strategisnya sebagai pusat rujukan regional, khususnya bagi kabupaten di sekitarnya.
Saat ini RSUD M.Th. Djaman telah didukung sekitar 30 dokter spesialis. Meski demikian, untuk memenuhi standar tipe B, kapasitas tempat tidur perlu ditingkatkan hingga 300–400 unit, disertai penambahan dokter spesialis di berbagai bidang layanan.
Menurut Norsan, peningkatan status rumah sakit di Sanggau akan berdampak langsung terhadap sistem rujukan di kawasan timur Kalbar. Jika layanan dapat ditangani di daerah, pasien dari Melawi dan wilayah sekitar tak perlu lagi dirujuk jauh ke Pontianak.
“Kalau di Sanggau bisa menjadi tipe B, tentu akan membantu daerah seperti Melawi dan sekitarnya,” ujarnya.
Pemerintah provinsi, kata dia, berkomitmen memperluas akses dan pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten dan kota. Sebelumnya, Pemprov Kalbar telah merampungkan pembangunan rumah sakit tipe C di Kabupaten Kubu Raya sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kesehatan daerah.
Tak hanya itu, Norsan juga mengungkapkan telah menyampaikan kebutuhan pembangunan tiga rumah sakit tambahan kepada Menteri Kesehatan. Rencana tersebut mencakup satu rumah sakit di wilayah pedalaman seperti Sanggau atau Sintang, satu di kawasan pesisir seperti Sambas atau Sungai Duri, serta satu lagi di wilayah selatan, yakni Ketapang.
Menurut dia, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan masyarakat di pedalaman, pesisir, maupun wilayah selatan Kalbar mendapatkan layanan medis yang setara.
“Ini upaya pemerataan agar pelayanan kesehatan bisa dirasakan secara maksimal oleh seluruh masyarakat Kalbar,” katanya.






