KUBU RAYA – Pembangunan sektor kesehatan di Kalimantan Barat memasuki babak baru. Menteri Kesehatan RI, Ir. Budi Gunadi Sadikin, S.Si., CHFC., CLU, didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan gedung baru RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kabupaten Kubu Raya, Jumat (6/2/2026).
Gedung yang megah ini merupakan manifestasi dari janji pemerintah dalam memerangi “tiga pembunuh utama” di Indonesia: stroke, jantung, dan kanker. RSUD Syarif Idrus terpilih menjadi RS ke-10 dari target 66 rumah sakit tipe D yang dibangun atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
Lokasinya yang berada di wilayah penyangga diharapkan mampu memangkas waktu emas (golden period) penanganan pasien darurat yang selama ini sering terkendala jarak dan biaya.
Proyek yang telah berjalan sejak 16 April 2025 ini menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat di wilayah Kubu Raya dan sekitarnya, untuk mendapatkan akses medis yang setara dengan kota besar lainnya.
Jadi, RSUD ini bukan sekadar fasilitas kesehatan biasa, melainkan rumah sakit ke-10 yang direalisasikan dari target 66 rumah sakit tipe D di seluruh Indonesia untuk didorong menjadi rumah sakit tipe C.
Pembangunan yang merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna memastikan negara hadir di tengah masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau layanan berkualitas dengan biaya terjangkau.
Fokus utama rumah sakit ini adalah penanganan penyakit katastropik yang menjadi momok penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, jantung, dan kanker.
“RSUD Syarif Idrus ini adalah satu dari sepuluh rumah sakit tipe D yang sudah kita bangun dari total target enam puluh enam unit di seluruh wilayah terpencil Indonesia untuk didorong menjadi Tipe C. Arahan Bapak Presiden sangat jelas, kita tidak ingin ada warga yang kehilangan nyawa hanya karena jarak tempuh ke rumah sakit terlalu jauh atau biaya yang tidak terjangkau”, tutur Budi Gunawan.
Untuk mendukung misi tersebut, RSUD Syarif Idrus akan dipersenjatai dengan peralatan medis mutakhir. Masyarakat nantinya dapat mengakses layanan CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke, serta USG ekokardiografi dan layanan pemasangan ring jantung.
Sementara itu, untuk pasien kanker, tersedia laboratorium patologi anatomi, alat mamografi, hingga layanan kemoterapi. Tak ketinggalan, fasilitas hemodialisa atau cuci darah juga disiapkan untuk warga yang mengalami gangguan ginjal kronis.
“Penyakit stroke, jantung, dan kanker adalah pembunuh nomor satu di Indonesia, dan kami melihat prevalensinya cukup tinggi di sekitar sini. Oleh karena itu, saya instruksikan agar rumah sakit ini segera dilengkapi dengan fasilitas kelas satu, mulai dari CT Scan dan cath lab untuk jantung dan stroke, hingga layanan kemoterapi untuk kanker, agar pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke ibu kota provinsi. Kita membawa layanan spesialis ke depan pintu rumah masyarakat,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Dikatakannya, RSUD ini diharapkan beroperasi secara optimal di bulan Juni 2026. Dirinya menjanjikan pengadaan alat – alat kesehatan yang modern tersebut masuk pada bulan maret 2026.
Kehadiran fasilitas lengkap ini diharapkan dapat memutus rantai rujukan yang panjang dan melelahkan bagi pasien dari daerah pelosok. Namun, di tengah kemajuan pembangunan di Kubu Raya, Gubernur Ria Norsan membawa misi khusus. Ia melihat ketimpangan layanan masih membayangi warga di sisi timur Kalimantan Barat.
Gubernur Ria Norsan secara diplomatis namun tegas secara strategis menyampaikan usulan tersebut kepada Menkes untuk mereplikasi model rumah sakit modern ini di Kabupaten Sintang sebagai pusat pelayanan bagi wilayah timur Kalimantan Barat.
Hal ini bukan tanpa alasan, Ia mengusulkan kepada Menkes agar pola pembangunan rumah sakit spesialis ini juga dapat dirasakan masyarakat di perhuluan Kalimantan Barat, mencakup wilayah Kapuas Hulu, Melawi, dan Sekadau dan sekitarnya.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian Bapak Presiden dan Pak Menkes melalui pembangunan RSUD di Kubu Raya ini yang sangat komprehensif fasilitasnya. Namun, di kesempatan ini, saya juga menyampaikan langsung usulan dan harapan masyarakat agar pembangunan rumah sakit dengan standar fasilitas secanggih ini juga bisa segera dibangun di Kabupaten Sintang. Sintang adalah titik sentral bagi kabupaten-kabupaten perhuluan Kalbar, di sekitarnya seperti Kapuas Hulu, Melawi, dan Sekadau. Jika di Sintang ada rumah sakit yang memiliki fasilitas cath lab atau kemoterapi yang lengkap, ribuan warga di wilayah timur Kalbar tidak perlu lagi menempuh perjalanan darat hingga belasan jam menuju Pontianak. Ini adalah masalah efisiensi waktu yang sangat menentukan nyawa pasien kita. Kami ingin pemerataan ini nyata, sehingga warga di hulu juga merasakan kualitas layanan yang sama dengan yang ada di sini,” pungkas Gubernur Ria Norsan.






