MEMPAWAH – Memasuki hari ke-11 bulan suci Ramadhan, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bertawakal kepada Allah SWT di tengah meningkatnya antusiasme umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kultum subuh, Minggu (1/3/2026).
Dalam tausiyah singkatnya di Masjid Agung Al-Falah, Kabupaten Mempawah, Gubernur menegaskan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum transformasi spiritual menuju derajat takwa.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Menurutnya, keutamaan Ramadhan tidak terletak pada perubahan jadwal makan, melainkan pada perubahan sikap, perilaku, dan kualitas ibadah.
Gubernur juga mengingatkan jamaah agar mewaspadai fenomena “puasa rutinitas”, yakni berpuasa tanpa meninggalkan perkataan buruk (ghibah) dan perbuatan maksiat.
“Ramadhan adalah kesempatan emas untuk upgrade diri. Jika setelah Ramadhan kita tetap sama, maka kita termasuk golongan yang merugi,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan spiritual, Gubernur turut menyinggung pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa sebagai upaya mendongkrak IPM Provinsi Kalimantan Barat secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.
Terkait infrastruktur, ia menyoroti kondisi jalan di Kabupaten Mempawah yang hingga saat ini belum memiliki ruas jalan berstatus provinsi.
“Kabupaten Mempawah saat ini belum memiliki jalan provinsi. Insyaallah, tahun-tahun depan akan kita usulkan agar ada ruas jalan provinsi di sini,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen awal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah memberikan bantuan pembangunan sarana air bersih yang kini memasuki tahun kedua.
Gubernur juga mengapresiasi capaian ekonomi Kabupaten Mempawah yang tercatat sebagai yang tertinggi di antara 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Pencapaian tersebut didorong oleh pembangunan Pelabuhan Kijing serta operasional proyek smelter di Kecamatan Sungai Kunyit.
“Proyek-proyek strategis ini diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara signifikan,” pungkasnya.






