SAMBAS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sambas kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang melek teknologi. Hari ini, lembaga tersebut resmi menerima tujuh siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari SMK Negeri 1 Teluk Keramat.
Seluruh peserta berasal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan akan menempuh masa magang selama enam bulan penuh. Mereka diharapkan dapat mengasah kemampuan sekaligus memahami dinamika kerja birokrasi di era digital.
Penerimaan peserta PKL dilakukan oleh Nurmansyah, S.H., yang mewakili pimpinan Diskominfo Sambas. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa enam bulan magang bukan sekadar formalitas, melainkan ruang pembelajaran sesungguhnya untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku sekolah.
“Kami menyambut baik adik-adik semua. Kalian datang ke instansi yang merupakan jantung dari sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan publikasi informasi di Kabupaten Sambas. Selama enam bulan di sini, fokus utama kalian tidak hanya pada keahlian jaringan komputer, tetapi juga pada pembentukan karakter, disiplin, dan etika kerja. Kepatuhan terhadap aturan dinas adalah mutlak untuk membentuk profesionalisme,” tegas Bapak Nurmansyah, S.H., dalam sambutannya.
Tujuh Calon Tenaga Ahli Jaringan Siap Bertugas
Ketujuh siswa SMK Negeri 1 Teluk Keramat yang akan mengabdikan diri di Diskominfo adalah Selfa Maulida, Refiana, Andri, Reza Saputra, Aura Kirana, Qona’ah, dan Dwi Artalita. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan energi dan ide segar, terutama dalam mendukung pekerjaan teknis di lingkungan dinas.
Sebagai instansi yang memiliki tugas strategis di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian, Diskominfo memberikan penugasan yang luas. Meskipun latar belakang siswa adalah TKJ, tugas yang diberikan dirancang untuk memberikan pengalaman komprehensif, mencakup teknis dan administrasi umum. Penugasan ini bertujuan agar siswa tidak hanya terpaku pada satu bidang, melainkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dinas yang dinamis.
Ragam Tugas untuk Mengembangkan Kedisiplinan
Selama periode enam bulan, para siswa PKL akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan operasional harian yang esensial. Tugas-tugas ini berfungsi sebagai pondasi untuk membangun kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan kerja formal:
Mengikuti Apel Pagi: Wajib hadir dalam apel pagi adalah bentuk pembiasaan disiplin waktu dan pemahaman mengenai koordinasi antarpegawai.
Mendukung Ketatausahaan: Siswa akan dilatih untuk mengelola dokumen penting dengan tugas mengantar surat ke berbagai bidang/instansi dan mengarsipkan surat masuk serta keluar. Keterampilan kearsipan ini sangat vital untuk menjaga tertib administrasi pemerintahan.
Menjaga Lingkungan Kerja: Pelibatan dalam kegiatan bersih-bersih ruangan bertujuan menanamkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan kerja yang bersih dan nyaman.
Bantuan Teknis dan Umum: Siswa akan aktif membantu pekerjaan di setiap bidang di Diskominfo. Bagi siswa TKJ, ini dapat berupa asistensi pada bidang yang menangani infrastruktur jaringan, pemeliharaan komputer, atau dukungan teknis pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penugasan akan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak dari masing-masing bidang.
Bapak Nurmansyah menegaskan bahwa pekerjaan dilakukan berdasarkan kebutuhan dinas, yang berarti siswa harus siap menghadapi berbagai jenis tantangan dan tugas. Hal ini merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi tenaga kerja yang adaptif dan solutif.
Harapan dan Kontribusi Jangka Panjang
Durasi PKL selama enam bulan memberikan kesempatan mendalam bagi siswa untuk mengamati, belajar, dan berpraktik secara berkelanjutan. Ini jauh lebih efektif dibandingkan magang singkat, memungkinkan siswa untuk terlibat dalam siklus kerja yang lebih lengkap, seperti proyek bulanan atau triwulanan.
Diskominfo Sambas berharap bahwa setelah menyelesaikan program ini, ketujuh siswa tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang matang, etos kerja yang tinggi, dan pemahaman yang baik tentang tata kelola pemerintahan. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi mereka untuk siap bersaing di dunia kerja profesional, atau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, serta pada akhirnya dapat berkontribusi langsung dalam mendukung percepatan transformasi digital dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi di Kabupaten Sambas.
Keberhasilan program PKL ini menjadi cerminan sinergi positif antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul dan relevan dengan tuntutan era digital.






