SANGGAU – Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan bus Damri terjadi di ruas turunan Penyeladi, Dusun Penyeladi, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu siang, 5 April 2026. Insiden ini menewaskan satu penumpang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Bus berwarna putih bernomor polisi KB 7710 S itu dikemudikan Indra (27), warga Kabupaten Kubu Raya. Kendaraan mengangkut 31 penumpang saat kecelakaan terjadi.
Dugaan awal mengarah pada gangguan sistem pengereman yang tidak berfungsi optimal. Kondisi tersebut diperparah dengan karakter jalan di lokasi kejadian yang menurun tajam serta memiliki tikungan ke kanan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bus tersebut telah menempuh perjalanan panjang sejak Jumat, 3 April 2026. Rute perjalanan dimulai dari Terminal Ambawang menuju Sambas, kemudian kembali ke Ambawang pada keesokan harinya.
Dalam perjalanan itu, bus sempat dikemudikan sopir lain bernama Sandi. Ia disebut telah melaporkan adanya masalah pada sistem pengereman kepada pihak perusahaan. Namun, kendaraan tetap dioperasikan.
Pada Sabtu, 4 April 2026, bus kembali digunakan untuk mengangkut 11 penumpang menuju Terminal Sidomulyo di Pinoh. Sopir sempat mempertanyakan kondisi kendaraan sebelum berangkat, namun pihak perusahaan menyatakan bus dalam kondisi layak jalan.
Meski demikian, selama perjalanan, keluhan terkait rem kembali muncul. Setibanya di tujuan, bus sempat beroperasi lagi sebelum akhirnya beristirahat.
Keesokan harinya, Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, bus kembali diberangkatkan menuju Terminal Ambawang dengan membawa 31 penumpang, termasuk sopir dan kernet. Indra mengaku mengemudikan kendaraan dengan kecepatan rendah karena menyadari adanya masalah teknis.
Namun, saat melintasi turunan Penyeladi yang dikenal rawan kecelakaan, bus diduga kehilangan kendali. Kendaraan sempat oleng ke kiri sebelum sopir mencoba mengoreksi arah dengan membanting setir ke kanan. Upaya itu gagal, dan bus akhirnya mengalami kecelakaan tunggal.
Akibat kejadian tersebut, satu penumpang meninggal dunia di lokasi. Sementara 27 penumpang lainnya mengalami luka dengan tingkat bervariasi, dari ringan hingga berat. Seluruh korban langsung dilarikan ke RS M.Th. Djaman Sanggau untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Sanggau untuk melakukan penanganan lanjutan, termasuk penyelidikan penyebab kecelakaan.
“Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh kombinasi faktor teknis kendaraan, khususnya sistem pengereman, serta kondisi jalan yang menurun dan berbelok,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengecekan kelayakan kendaraan sebelum digunakan, terutama bagi perusahaan transportasi umum.
Hingga kini, proses pendataan korban dan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.**





