Gubernur Kalbar Ria Norsan tekankan tiga kunci sinergi BUMN dan Kopdeskel untuk memperkuat 2.143 koperasi desa di Kalimantan Barat.

KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan menegaskan pentingnya sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Regional Kopdeskel Merah Putih di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, beberapa waktu lalu.

Dalam forum yang juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono, Wakil Menteri Farida Farichah, serta jajaran pejabat koperasi dari berbagai provinsi, Ria Norsan mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat telah memiliki 2.143 Kopdeskel, dengan 1.613 di antaranya sudah mengaktifkan akun microsite.

Menurutnya, keberhasilan gerakan koperasi desa tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah pusat, tetapi juga pada kerja sama strategis antara Kopdeskel dan BUMN.

“Ada tiga kunci yang harus diperkuat, yakni pembinaan UMKM bersama BUMN, pengembangan kemitraan rantai pasok yang saling menguntungkan, serta optimalisasi penggunaan microsite Kopdeskel untuk digitalisasi dan transparansi,” jelas Ria Norsan.

Ia menilai, dengan sinergi yang kuat, koperasi dapat benar-benar menjadi soko guru perekonomian nasional, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Ria Norsan juga mengapresiasi langkah Kementerian Koperasi dan UKM dalam memperkuat kelembagaan Kopdeskel, di antaranya melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Kopdeskel (SIMKOPDES), pendampingan tenaga ahli, dan pengawasan melalui aplikasi Jaga Desa bekerja sama dengan Kejaksaan.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono menegaskan bahwa Kopdeskel merupakan gerakan negara, bukan sekadar program pemerintah. Ia menyebut gagasan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sistem ekonomi nasional yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong.

“Jika koperasi desa maju, maka perekonomian nasional pun akan ikut tumbuh,” ujar Ferry.

Kemenkop juga menargetkan Kopdeskel menjadi solusi atas masalah pinjaman online dan tengkulak yang membebani masyarakat desa, sekaligus menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan BUMN, Ria Norsan optimistis Kopdeskel dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang mandiri dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Bagikan: